Izzul Muslimin Sekretaris PP Muhammadiyah Didapuk Sebagai Inspektur Upacara HUT ke-80 RI PCM Cileungsi

Cileungsi – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Cileungsi menggelar upacara dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ke-80 tahun Republik Indonesia pada Ahad (17/8) di lapangan SMP Muhammadiyah 1 Cileungsi.

Sebanyak 450 orang peserta berasal dari unsur pimpinan, pengurus, guru, staf, dan pegawai di lingkungan PCM Cileungsi. Dengan penuh semangat dan kegembiraan peserta memadati lapangan sejak pagi hari.

Petugas upacara yang ditunjuk dari perwakilan organisasi otonom (Ortom) tingkat Cabang. Berikut daftar petugas upacara:

  • Inspektur Upacara: H. Muhammad Izzul Muslimin, S.I.P., Sekretaris PP Muhammadiyah
  • Komandan Upacara: Khoirul Abdillah, Kwartir Cabang Hizbul Wathan (Kwarcab HW) Cileungsi
  • Protokoler: Sopi Srimarlinda, S.Pt., Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Cileungsi
  • Pembacaan Ayat Suci Al-Quran: Maulana, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) UM Cileungsi
  • Pembaca Teks Pancasila: Dany Ardiansyach, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Cileungsi
  • Pembaca Teks UUD 1945: Siti Hopiah, S.Pd., Pimpinan Cabang Nasyiatul ‘Aisyiyah (PCNA) Cileungsi
  • Pembaca Teks Proklamasi: Anwar Saputra, Pimpinan Cabang Tapak Suci (TSPM) Cileungsi
  • Pembaca Doa: Ryan Aditya, S.Pd., Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Cileungsi
  • Paduan Suara: Guru-guru TK ‘Aisyiyah Cileungsi
  • Komandan Pasukan: Anggota KOKAM Pemuda Muhammadiyah Cileungsi

Hadir dalam upacara yaitu penasihat dan Ketua PCM Cileungsi beserta jajaran anggota pimpinan PCM Cileungsi, para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Sebagai Inspektur Upacara, Izzul Muslimin menegaskan bahwa Muhammadiyah dan Indonesia satu kesatuan yang utuh. Ia menyampaikan bahwa Indonesia adalah Darul ahdi wassyadah yaitu negara sebagai persaksian atas kesepakatan bersama dalam meraih kemerdekaan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata persyarikatan Muhammadiyah terhadap kemerdekaan Republik Indonesia, puluhan tokoh Muhammadiyah yang ikut berjuang dalam kemerdekaan pada kurun waktu pra kemerdekaan sampai diraihnya kemerdekaan ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah Republik Indonesia.

“Sekitar 23 orang tokoh Muhammadiyah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pahlawan nasional kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Ia mengajak kepada seluruh peserta upacara agar menjadi bagian Muhammadiyah untuk sama-sama membangun peradaban bangsa dengan berbagai ikhtiar dan kontribusi terbaik sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

“Muhammadiyah mendorong agar Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negara yang adil dan makmur, yang diampuni oleh Allah SWT,” tegasnya.

Diakhir, beliau membacakan puisi kemerdekaan dan ditutup dengan pekikan takbir dan merdeka. (red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *