PP Muhammadiyah : Siaran Televisi Harus Berperan Mendidik Masyarakat

Jakarta (Kabar Persyarikatan) – Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah, Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari meminta agar televisi hari ini memerankan peran-peran yang edukatif, karena sumber masyarakat untuk mendapatkan informasi adalah televisi.
“Televisi adalah sumber informasi terbesar di masyarakat saat ini, maka harus benar-benar memberikan konten yang memberikan pendidikan bagi masyarakatnya,” ujarnya seusai acara diskusi publik “Menyoal Perpanjangan Izin Penyelenggaran Penyiaran 10 Stasiun Televisi” di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (29/03).
Dia juga melanjutkan bahwa, jangan sampai televisi digunakan hanya untuk mengeruk keuntungan. Maka dia berharap agar KPI (Komisi penyiaran Indonesia) lebih efektifitas lagi dalam menanggapi keluhan masyarakat terkait penayangan yang tidak bermanfaat.
“Saya berharap agar KPI lebih meningkatkan lagi kerjanya, karena saat ini belum begitu efektifitas dalam menangapi keluhan masyarakat, sehingga kedepan siaran televisi berjalan sesuai UU dan Bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, KPI juga telah melakukan uji publik 10 televisi utama di Indonesia untuk perbaikan konten siar. Yaitu RCTI, SCTV, Indosiar, ANTV, MNC TV, Trans TV, Trans7, TV One, Global TV, dan Metro TV.
Sejak uji publik itu disebarkan hingga 31 Januari 2016, total masukan sebanyak 5.920, termasuk yang memenuhi “legal standing” 954 masukan terdiri dari 914 perseorangan dan 40 lembaga.
Adapun isi masukan yang diterima berkaitan kritik mengenai muatan TV yang tidak mendidik, kekerasan dalam program anak, infotainment yang mengumbar aib, pemberitaan yang tidak netral, berita tidak akurat dan cenderung fitnah, penggunaan hewan yang dilindungi tetapi untuk kuliner ekstrem dan siaran lainnya serta program hiburan dan komedi yang di luar batas.
“Jika usai uji publik ini televisi tidak berubah, masih begitu-begitu saja. Maka kita layak mempertanyakan, apakah televisi tidak ingin memberikan kebaikan kepada masyarakat, atau sebaliknya ingin merusak?” tuturnya retoris.
sumber : kiblat.net
![]()
