Peresmian Gedung Baru BTM An-nisa Hadirkan Semangat Menjalankan Syariah

Cileungsi – Sabtu (2/8) kemarin dilaksanakan Pengajian Bulanan PCM Cileungsi sekaligus Peresmian Gedung baru BTM An-nisa. Pada acara tersebut hadir Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas sebagai pemateri pengajian, Ketua PWM Jawa Barat Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.Ag., Dr. Achmad Su’ud Ketua Induk BTM, Dinas Koperasi Provinsi Jawa Barat, Ketua PDM Kabupaten Bogor H. Ahmad Yani, S.H.I., M.E., Ketua dan Anggota PCM Cileungsi, PRM se-Cabang Cileungsi, Ketua dan Pengurus Ortom Cabang, Kepala AUM, guru dan pegawai di lingkungan PCM Cileungsi.

Ketua Panitia Pembangunan, Rusli, S.Pd. dalam laporannya menyampaikan bahwa pembangunan Gedung Pusat BTM An-nisa sejak Oktober 2024 sampai April 2025 dengan menghabiskan biaya 1,4 miliyar.

Ketua BTM An-nisa, Eko Endro Purnomo, S.E., M.Pd. Semangat pembangunan gedung pusat BTM An-nisa adalah untuk membumikan pilar ketiga dakwah persyarikatan Muhammadiyah yaitu bidang ekonomi.

Ketua PCM Cileungsi, Mustopa Idris, S.E.Sy., M.E.I. Menuturkan sejarah keberadaan BTM An-nisa. Pada periode PCM Cileungsi di bawah kepemimpinan H. Hardjani sekitar tahun 2005 sudah berdiri
Koperasi, namun terjadi masalah dan akhirnya collapse. Kemudian pada PCM periode 2010-2015, Majelis Ekonomi menginisiasi berdirinya BMT An-nisa, kemudian berubah nama menjadi BTM An-nisa dengan mengikuti aturan dan tuntunan BTM Pusat.

Keberadaan BTM An-nisa menjadi lembaga untuk membantu dan mensejajarkan masyarakat.

Keraguan masyarakat terhadap keberadaan BTM sebagai koperasi dijawab dengan proses pengelolaan yang syariah, juga ada pengawas syariah di dalamnya.

Berdirinya BTM An-nisa dengan modal 10 juta pada tahun 2010. Dan saat ini aset sudah mendekati 11 miliyar.

Dr. H. Muhammad Supriadi, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat berharap BTM An-nisa bisa menjadi ragi seperti pada makanan. Walaupun ragi sedikit atau kecil, tapi bisa menjadi bagian penting bagi pembuatan makanan. Begitu pun dengan BTM An-nisa, semoga bisa mendorong perkembangan ekonomi di wilayah Kecamatan Cileungsi.

3 indikator koperasi yang sehat dan maju yaitu Rapat Anggota Tahunan (RAT) berjalan selama 3 tahun berturut-turut, volume usaha bertambah, aset bertambah.

Jargon BTM An-nisa Hidup berkah bersama syariah

Achmad Su’ud, Ketua BTM Pusat. Baitut Tanwil Muhammadiyah atau BTM merupakan lembaga keuangan mikro syariah.

3 tingkatan BTM yaitu Primer ada ditingkat PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), Sekunder regional berada di Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), dan Sekunder Induk berada di tingkat Pusat.

BTM Pusat pada bulan Juli 2025 terlah mendirikan BTM Institut. Bertujuan untuk pusat pendidikan, latihan, dan pengembangan sumber daya manusia.

Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.A. Ketua PWM Jabar. Pada periode kepemimpinan beliau, seluruh PDM didorong harus mendirikan BTM, saat ini baru ada di Cileungsi dan Cirebon. Kemudian sebagai bentuk melaksanakan Sunnah Rasulullah Saw, setiap PDM harus memiliki emas 2,5 kg sebelum dilaksanakan Musywil berikutnya.

Apa bedanya BMT dengan BTM?
BMT merupakan lembaga pengelola dana dan koperasi untuk mendorong kesejahteraan masyarakat. Sedangkan BTM sebagai lembaga keuangan koperasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Kemudian pengelola dana terpusat di LAZISMU.

Muhammadiyah sudah masuk pada kedua dengan visi Islam Berkemajuan. Salah satu contohnya adanya Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yg sudah resmi diluncurkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama pimpinan negara Islam bulan Juni lalu. (red)

Loading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *