TB Hasanuddin: Pendidikan Pilar Utama Bangsa

sumber: http://nasional.sindonews.com

BANDUNG (Kabar Persyarikatan) – Pada momentun Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Jawa Barat Ahad (28/8) pagi kemarin, berkesempatan hadir sebagai narasumber Wakil Ketua Komisi 1 DPR RI, Mayjen TNI (Purn) Dr. Tubagus Hasanuddin, S.E., M.M. Pak TB, begitu panggilan akrab beliau, menyampaikan materi yang berkenaan dengan Pendidikan sebagai pilar utama dalam membentengi penyimpangan di Indonesia.

Kian hari, di negara kita tercinta ini, gerakan penyimpangan semakin meluas dan semakin banyak. Baik penyimpangan agama, penyimpangan pemikiran, penyimpangan akhlak dan moral generasi bangsa. Oleh sebab itu, tentu harus ada upaya yang konkret dari seluruh elemen masyarakat, seperti Ormas Islam Muhammadiyah. Pak TB memaparkan bagaimana peran penting pendidikan keluarga, sekolah untuk dapat memahami gejala-gejala penyimpangan yang hadir di tengah masyarakat.

7 bentuk paham penyimpangan di Indonesia, sebagai berikut:

  1. Radikalisme Agama
  2. Fundamentalisme Agama
  3. Fundamentalisme Sekuler
  4. Terorisme
  5. Radikalisme Ideologi Politik
  6. Anarkisme
  7. Komunisme

“Masyarakat harus menjadi super acuan dalam menghadapi paham penyimpangan dengan menyampaikan pemahaman yang benar!” ucap TB Hasanuddin.

Maka perlu sama-sama menguatkan 4 pilar utama pendidikan, yaitu:

  1. Learning to know; Belajar untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, sehingga tidak mudah terpengaruhi oleh paham atau pemikiran baru. Mengetahui perbedaan yang baik dengan yang buruk, sehingga mampu menjauhi hal-hal yang buruk tersebut.
  2. Learning to do; Belajar untuk melakukan suatu hal positif, bermanfaat, dan mampu menggerakkan/mempengaruhi diri sendiri dan masyarakat untuk berbuat kebaikan.
  3. Learning to be; Belajar untuk dapat menjadi seseorang yang berguna, mampu memberikan masukan-masukan yang membangun.
  4. Learning to live together; Belajar untuk mengutamakan kehidupan bersama. Adanya kepedulian terhadap sesama manusia, sehingga dapat menjalankan kehidupan yang lebih bermanfaat untuk kepentingan bersama.

 

(jatnika/muhammadiyahcileungsi.org)

 

285 total views, 1 views today

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*